PNPK 2023 - Ca Paru

DEFINISI
Kanker paru mencakup semua penyakit keganasan di paru yang berasal dari paru (primer). Dalam pengertian klinis, yang dimaksud dengan kanker paru primer adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus (karsinoma bronkus/bronchogenic carcinoma)



Note:
Skrining untuk populasi yang memiliki faktor resiko
Deteksi dini untuk individu yang memiliki gejala khas tumor paru





DETEKSI DINI


Panduan Diagnosis Dini untuk Individu Berisiko Tinggi dengan Gejala Pernapasan


Panduan Diagnosis Dini untuk Dewasa dengan Gejala Pernapasan dengan terkait tuberkulosis


Note:
Deteksi dini kanker paru harus bersamaan dengan pencarian kasus TB, khususnya pada risiko tinggi Suspek TB paru dengan sputum MTb negatif



DIAGNOSIS DEFINITIF

Pmebagian:
Manifestasi klinis
Gejala respirasi:
- Batuk s/d hemoptisis
- Nyeri dada
- Sesak napas/stridor

Gejala sistemik:
- Penurunan berat badan dalam waktu singkat
- Nafsu makan menurun
- Demam hilang timbul

Gejala yang berkaitan
dengan pertumbuhan regional:
- Efusi pleura
- Efusi perikardium
- Disfagia
- Paralisis diafragma
- SVKS: Venektasi (pelebaran vena) di dinding dada dengan pembengkakan (edema) wajah, leher dan lengan.
- Sindrom Pancoast: Merupakan kumpulan gejala akibat kanker paru yang tumbuh di sulkus superior, menyebabkan invasi pleksus brakhialis sehingga menimbulkan nyeri pada lengan dan Sindrom Horner (ptosis,miosis dan anhidrosis hemifasial)

Gejala metastase:
- Brain/Spinal meta (Cephalgia, Paresis/Paralisis)
- Muskuloskeletal (nyeri tulang, nyeri otot)
- Hematologi (gejala paraneoplastik)
Radiologi
Foto thorax PA/Lateral screening, jika mendukung, lanjut
1. CT Scan thorax dengan contras untuk staging TNM
2. Bronkoskopi + Biopsi untuk jenis sel kanker

MRI untuk evaluasi meta SSP
PET-Scan untuk evaluasi metastase jauh

Sistem TNM:



Staging Keterangan
Tx Tumor primer tidak dapat ditentukan dengan hasil radiologi dan bronkoskopi tetapi sitologi sputum atau bilasan bronkus positif (ditemukan sel gana
T0 Tidak tampak lesi atau tumor primer
Tis Carcinoma in situ
T1mi Minimal invasive adenokarsinoma
T1a Ukuran tumor primer ≤ 1 cm
T1b Ukuran tumor primer > 1 cm tetapi ≤ 2 cm
T1c Ukuran terbesar tumor primer > 2 cm tetapi ≤ 3 cm
T2a Ukuran tumor primer > 3 cm tetapi ≤ 4 cm
T2b Ukuran tumor primer > 4 cm tetapi ≤ 5 cm
T3 Ukuran tumor primer > 5 cm tetapi ≤ 7 cm atau tumor menginvasi hingga ke pleura parietalis, dinding dada termasuk sulkus superior, diafragma, nervus phrenikus, menempel pleura mediastinum, perikardium atau lebih dari satu nodul dalam satu lobus dengan tumor primer.
T4 Ukuran tumor primer > 7 cm atau sebarang ukuran tumor primer sebarang tetapi telah melibatkan atau invasi ke mediastinal, diafragma, trakea, jantung, pembuluh darah besar, karina, nervus laring, esofagus, vertebral body. Atau Lebih dari satu nodul berbeda lobus pada sisi yang sama dengan tumor primer (ipsilateral).
Nx Metastasis ke KGB mediastinum sulit dinilai dari gambaran radiologi
N1 Metastasis ke KGB peribronkus ipsilateral dan/atau hilus ipsilateral dan intrapulmonary ipsilateral  termasuk sebaran langsung
N2 Metastasis ke KGB mediastinum ipsilateral dan/atau subkarina, mediastinum bawah, sub aorta, para-aorta
N3 Metastasis KGB mediastinum kontralateral, hilus kontralateral, ipsilateral atau kontralateral skalen atau supraklavikula
Mx Metastasis sulit dinilai dari gambaran radiologi
M1a Metastasis ke paru kontralateral; nodul di pleura atau nodul perikardium atau efusi pleura ganas atau efusi perikardium
M1b Metastasis jauh ke satu organ luar paru (otak, tulang, hepar, ginjal atau KGB leher, aksila, suprarenal dll)
M1c Metastasis multipel ekstra toraks dalam 1 organ atau lebih
Hasil PA
Jenis Pembagian
Kanker Paru jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK)
- Squamous Cell Carsinoma
- Lung Adenocarsinoma
- Large Cell Carsinoma
Kanker Paru jenis Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) ?

Pembagian tampilan umum berdasarkan skor Karnofsky:
   
Skor Karnofsky Keterangan
90-100 Normal s.d. keluhan/tanda minor, aktivitas biasa s.d. terbatas tidak dapat melakukan aktivitas berat
70–80 Ada keluhan, dapat melakukan aktivitas normal dengan upaya s.d. tidak dapat melakukan aktivitas normal tetapi masih dapat mengurus diri sendiri. Dapat beraktivitas lebih dari 50% waktu bangun tidur penderita.
50 – 60 Dapat melakukan perawatan diri  sakit berat, terbatas di tempat tidur, perlu perawatan di rumah sakit, perlu bantuan aktif dari orang lain. 
30 – 40 Sakit berat, terbatas di tempat tidur, perlu perawatan di rumah sakit, perlu bantuan aktif dari orang lain. 
10 – 20 Sakit berat, terbatas di tempat tidur, perlu perawatan di rumah sakit, perlu bantuan aktif dari orang lain.
0 Meninggal dunia



TATALAKSANA


?