PNPK 2018 - Tonsilitis

DEFINISI
Tonsilitis adalah peradangan tonsil palatina yang merupakan bagian dari cincin Waldeyer. Menurut Reeves tonsilitis merupakan inflamasi atau pembengkakan akut pada tonsil atau amandel.


KLASIFIKASI

Tonsilitis Akut
  • Menyerupai common cold dan disertai nyeri tenggorok
  • Bakteri = ditandai dengan nyeri menelan, pembengkakan dan kemerahan pada tonsil, tonsil eksudat dan limfadenopati servikal dan demam tinggi yang timbulnya (onset) cepat, atau berlangsung dalam waktu pendek (tidak lama), dalam kurun waktu jam, hari hingga minggu.
  • Bakteri: Streptokokus beta hemolitikus grup A, atau disebut juga Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridian, Streptococcus pyogenes.
  • Virus: Epstein Barr (tersering), Haemofilus influenzae (tonsilitis akut supuratif), dan virus coxschakie (luka-luka kecil pada palatum disertai tonsil yang sangat nyeri).

Tonsilitis Akut Rekuren
  • Tonsilitis akut yang berulang beberapa kali dalam setahun

Tonsilitis Kronik
  • Tonsilitis kronik berlangsung dalam jangka waktu yang lama (bulan atau tahun) dan dikenal sebagai penyakit menahun.
  • Tonsilitis kronik timbul akibat rangsangan kronis dari rokok, kebersihan mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, beberapa jenis makanan, dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.
  • Bakteri = etiologi tonsilitis akut, namun kadang-kadang bakteri berubah menjadi bakteri golongan gram negatif.
  • Saat pemeriksaan dapat ditemukan tonsil membesar dengan permukaan tidak rata, kripte membesar, dan terisi detritus
  • Beberapa literatur sudah tidak menggunakan istilah tonsilitis kronik, digantikan dengan tonsilitis akut rekuren, yaitu adanya episode berulang dari tonsilitis akut yang diselingi dengan interval tanpa atau dengan adanya keluhan yang tidak signifikan


DIAGNOSTIK

Centor Score:

Manifestasi Klinis Poin
Demam > 38 °C +1
Tidak ada batuk +1
Eksudat tonsil atau tonsil membesar +1
Limfadenopati servikal anterior nyeri +1


TERAPI

Tonsilitis Akut
  • Parasetamol (anak) atau Ibuprofen (dewasa)
  • Prednison 3x5 mg atau Inj. Dexametason (single dose)
  • Obat kumur antiseptik yang berisi chlorhexidine (Minosep 0,2% Obat Kumur) atau benzydamine (Tantum Verde Oral Rinse)
  • Centor Score untuk pasien usia 3-45 tahun.
Skor 1-2 = Obat simptomatik selama 3 hari. Bila tidak terdapat perbaikan, perlu dilakukan pemeriksaan swab tenggorok untuk pemeriksaan RAT atau kultur resistensi sebelum pemberian antibiotik.

Skor 3-4 = Beri Antibiotik empiris. Pantau 5 hari. Jika tidak ada perbaikan, lakukan kultur

Bacterial:
Amoksisilin 3x500 mg (dewasa) atau 2 x 25-50 mg/kgBB selama 10 hari
Cefadroxil peroral 1x30 mg/KgBB (max 1000 mg)
Klindamisin 3x 7mg/KgBB (max 300 mg) selama 10 hari
Azitromisin 1x500 mg selama 3 hari

Tonsilitis Kronis

Terapi tonsilitis akut + dilanjutkan Tonsilektomi

Indikasi absolut:
  • Hipertrofi tonsil yang menyebabkan: obstruksi saluran napas misal pada OSAS, disfagia berat yang disebabkan obstruksi, gangguan tidur, komplikasi kardiopulmoner, gangguan pertumbuhan dentofasial, gangguan bicara (hiponasal).
  • Riwayat abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan medis dan drainase.
  • Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan patologi anatomi terutama untuk hipertrofi tonsil unilateral.
  • Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam.
Indikasi relatif:
  • Terjadi 3 episode atau lebih infeksi tonsil tiap tahun dengan terapi antibiotik adekuat
  • Halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak membaik dengan pemberian terapi medis
  • Tonsilitis kronik atau berulang pada karier streptokokus B-hemolitikus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik resisten β-laktamase