PNPK 2023 - Pneumonia
DEFINISI
Pneumonia adalah suatu peradangan akut di parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi patogen (bakteri, virus, jamur dan parasit), namun tidak termasuk Mycobacterium tuberculosis.
Community-acquired pneumonia (CAP)
Peradangan akut parenkim paru yang
disebabkan oleh infeksi patogen yang didapat di luar rumah sakit atau di
komunitas (masyarakat).
Hospital-acquired pneumonia (HAP)
Pneumonia yang didapat di rumah sakit atau pneumonia yang tidak berada dalam masa inkubasi saat masuk rumah sakit dan terjadi > 48 jam sesudah masuk rumah sakit.
ventilated HAP = HAP yang membutuhkan ventilasi mekanis
non-ventilated HAP = HAP yang tidak membutuhkan ventilasi mekanis
Ventilator-associated pneumonia (VAP)
Pneumonia yang terjadi > 48 jam setelah pemasangan intubasi endotrakeal.
DIAGNOSIS
Demam, batuk dengan sputum purulen, nyeri dada, sesak napas + Rhonki
+
Leukositosis/Leukopenia
+
Foto thorax: konsolidasi, infiltrat, opasitas, nodul, dan penebalan dinding bronkial
Note:
Foto thorax dilakukan saat admisi dan jika tidak ada perbaikan klinis atau terjadi perburukan. Jika klinis membaik dalam 5-7 hari, tidak perlu foto thorax ulang
USG dilakukan dengan indikasi efusi pleura, empiema, pneumotoraks
CT Scan dilakukan dengan indikasi:
- Pneumonia berat atau kompleks atau rekuren
- Gangguan imunitas
- Tidak merespons terapi yang sudah adekuat.
- Penyakit yang mendasari atau faktor predisposisi.
- Terdapat kecurigaan penyakit lain (Tumor, TB, penyakit paru interstisial, abses paru). Jika terdapat kecurigaan keganasan, digunakan kontras
- Gangguan imunitas
- Tidak merespons terapi yang sudah adekuat.
- Penyakit yang mendasari atau faktor predisposisi.
- Terdapat kecurigaan penyakit lain (Tumor, TB, penyakit paru interstisial, abses paru). Jika terdapat kecurigaan keganasan, digunakan kontras
- Pneumonia atipical
Kultur via bronkoskopi dilakukan pada pneumonia berat dan pneumonia yang tidak respons dengan pemberian antibiotik.
CAP
Note:
| Indikasi rajal, ranap, ICU Confusion (orientasi) baik skor 1 Ureum > 40 skor 1 RR > 30 skor 1 BP < 90/60 skor 1 Usia-65 > 64 skor 1 |
Skor 0-1 = Rawat jalan Skor 2, 3 = Rawat inap ruang biasa Skor 4, 5 = Rawat ICU |
|---|---|
CURB SKOR 0-1 Komorbiditas: - Penyakit jantung - Paru - Hati - CKD - DM tipe 2 - Konsumsi alkohol - Keganasan - a-splenia. Faktor risiko MRSA - Perawatan di RS dalam 3 bulan terakhir - Pemakaian antibiotik parenteral dalam 3 bulan
terakhir terakhir - Riwayat hasil isolat respirasi MRSA positif Faktor resiko P aeruginosa - Bronkiektasis - Penggunaan kortikosteroid (setara dengan prednisone
oral ≥ 10 mg per hari selama 2 minggu atau lebih) - Pengobatan antibiotik spektrum luas > 7 hari pada 90
hari terakhir - Gizi kurang |
Pasien Komorbid (-) + Risiko MRSA (-) + Risiko + P. Auriginosa: Amoxiclav 3x600 mg Doksisiklin 2x100 mg Azitromisin 1x500 mg Klaritromicin 2x500 mg Pasien Komorbid (+) + Risiko MRSA (-) + Risiko + P. Auriginosa: Amoxiclav 3x600 mg Cefpodoksim 2x200 mg Cefuroxim 2x500 mg Azitromisin 1x500 mg Klaritromicin 2x500 mg / Doksisiklin 2x100 mg Levofloksasin 1x750 mg / Moksifloxasin 1x400 mg Pneumonia atipical: Azitromisin Klaritromisin Levofloksasin Moksifloksasin |
CURB SKOR 2-3 Regimen standard B-Lactam + Makrolid atau B-Lactam + Fluoroquinolon Dengan faktor risiko MRSA Dengan Faktor risiko P aeruginosa NB: Antibiotik intravena diberikan selama 3 hari, Kemudian switch terapi dengan oral untuk memperpendek masa rawat inap / infeksi nosokomial. Parameter bisa switch terapi: - Hemodinamik stabil - Gejala klinis membaik - Dapat minum obat oral - Fungsi gastrointestinal normal |
B-Lactam: Ampisilin Sulbaktam 4 x 1,5-3 gram -> Amoxiclav Cefotaksim 3 x 1-2 gram -> Amoxiclav Ceftriakson 1 x 1-2 gram -> Amoxiclav Ceftarolin 2 x 600 mg -> Amoxiclav Makrolid: Azithromisin 1 x 500 mg -> Azitromisin oral Klaritromisin 2 x 500 mg -> Klaritromisin oral Fluoroquinolon: Levofloksasin 1 x 750 mg -> Levofloksasin oral Moksifloksasin 1 x 400 mg -> Moksifloksasin oral ______________________ Antibiotik yang mencakup MRSA: Vankomisin 2 x 15 mg/kg, dosis disesuaikan kadar dalam darah) -> Linezolin oral Linezolid 2 x 600 mg -> Linezolid oral Antibiotik yang mencakup P. Aeruginosa: Piperasilin-tazobaktam 4 x 4.5 gram -> Amoxivlav + Azitromsisin Ceftazidim 3 x 2 gram Imipenem 4 x 500 mg Meropenem 3 x 1 gram Aztreonam 3 x 2 gram |
Pneumonia yang tidak respon dengan AB selama 3 hari:
- Pneumonia persisten adalah bila tidak terdapat perbaikan klinis atau keterlambatan perbaikan klinis dalam 72 jam pertama setelah pemberian antibiotik
- Pneumonia progresif atau mengalami perburukan klinis yang membutuhkan ventilasi mekanis dan atau syok septik yang terjadi dalam 72 jam pertama
Etiologi:
- Bakteri resisten
- Bakteri yang tidak terjangkau oleh antibiotik
- Tidak sesuai dengan hasil uji sensitifitas
- Penyebaran ke: Empiema/Efusi parapneumonia, endokarditis, meningitis, artritis
- Diagnosis tidak akurat: Emboli paru, Aspirasi, ARDS
- Superinfeksi: Pneumonia nosokomial, infeksi ekstra paru
- Terjadi penyakit non infeksi: Emboli paru, Infark miokard, AKI dd CKD
Tata laksana CAP yang tidak respon terapi:
- Pertimbangkan eskalasi antibiotik
- Lakukan pemeriksaan ulang untuk diagnosis (radiografi, CT-Scan, dan bronkoskopi)
- Rujuk ke Faskesyang lebih tinggi
HAP dan VAP

