DEFINISI
Head Injury adalah gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fisik, kognitif, psikososial baik sementara maupun permanen, nondegeneratif dan nonkongenital yang disebabkan oleh trauma mekanik terhadap jaringan otak baik langsung maupun tidak langsung.
KLASIFIKASI
Nilai GCS 30 menit post trauma:
CKR: 13- 15
CKS: 9 - 12
CKB: 3 - 8
KRITERIA DIAGNOSIS
Trauma kepala
+
Jejas di kepala atau leher
Penurunan kesadaran, gangguan neurobehavior, defisit neurologis
Nyeri kepala
Muntah proyektil
+
Tanda Cushing (TD > 130/90 + HR < 60 + RR < 16)
+
Temuan CT Scan Brain:
EDH = Berbentuk lensa cembung
SDH = Berbentuk bulan sabit
ICH = Perdarahan terlokalisir
SAH =
DAI = Hasil normal atau edema diffuse. Lanjut MRI untuk grading DAI.
Contusio cerebri = Terdapat gambaran kontusio yaitu ‘salt and pepper’
yang dapat disertai dengan ICH, EDH, SDH, SAH dan edema serebri
Indikasi CT Scan:
1. GCS < 15 dan belum pulih dalam 2 jam
2. GCS 15 disertai salah satu gejala di bawah ini:
- Muntah > 2 episode.
- Usia < 5 tahun atau > 60 tahun
- Terdapat defisit Neurologis
- Fraktur tulang kepala
- Fraktur basis kranii ditandai: otorea, rhinorea, battle
sign, brill hematoma.
- Sakit kepala yang dominan.
- Koagulopati, Konsumsi antikoagulan
- Kejang paska trauma.
- Pingsan > 30 menit.
- angguan memori jangka pendek.
- Riwayat penggunaan alkohol dan obat-obatan
- Mekanisme kejadian yang berbahaya.
Penyebab cedera sekunder antara lain:
Tensi < 90; > 160; MAP > 110
SpO2 < 90%
PaCO2 < 35; > 45
Hb < 10
Na < 136
GDS < 70
osmolaritas < 270
AGDA pH < 7.35; > 7.45
T > 37.5; < 35.5°C
TATALAKSANA
UMUM:
- Head up 30 derajat
- O2 2-5 Lpm NK (selama 3 hari)
- Collar neck (K/P) (selama 3 hari)
- NGT (jika intake sulit)
- Kateter urin (selama 3 hari)
OBAT RUTIN:
- IVFD NS 500 cc/12 jam (selama 3 hari)
- Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam (selama 5 hari)
- Inj. Ketorolac 30 mg/12 jam (selama 3 hari), dilanjutkan Ibuprofen + PCT PO (hingga hari ke-7).
- Jika masih nyeri, pertimbangka Drip Fentanyl 0,5 – 1 mcg/kgBB
- Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam (selaam 3 hari), dilanjutkan Ranitidin PO (hingga hari ke-7)
- Inj. Ondansentron 4 mg/8 jam (selama 3 hari)
- Bromocriptine 2 x 2,5 mg (selama 7 hari)
- Methylphenidate 1 x 10 mg (selama 7 hari)
- Zinc 1x20 mg (selama 7 hari)
- Vitamin C 2x250 mg (selama 7 hari)
OBAT K/P:
Gelisah:
Inj. Haloperidol 5-10 mg, selanjutnya 5 mg/6 jam. Lansia Half.dose.
Kejang:
- Profilaksis kejang: Fenitoin 3 x 100 mg (selama 7 hari)
- Kejang: Inj. Diazepam 10 mg (max 20 mg/24 jam)
Oedem cerebri:
Manitol, Syarat: Osmolalitas tidak lebih dari 310 mOsm/kg H2O
Rumus: {2x [Na+ + K+]} + [GDS/18] + [Ureum/6,4]
Jam ke-0: Manitol 20% 0,5 – 1 gr/KgBB habis dalam waktu 1 jam
Jam ke-6: PRN 0,25 – 0,5 gr/KgBB habis dalam waktu 1 jam
Jam ke-12: PRN 0,25 – 0,5 gr/KgBB habis dalam waktu 1 jam
Lesi N. kranialis:
Inj. Metilprednisolon 125 mg/12 jam (selama 5 hari)
Methycobal 3 x 500 mg tablet
SAH:
Nimodipine PO 4 x 60 mg/hari (selama 14 hari)
Alkohol:
Alinamin 2 x 100 mg iv sampai kesadaran pulih
Obat terlarang (dengan
kesadaran menurun):
Neurobion 5000 mg/hari dalam NS (sesuai
program cairan)
INDIKASI BEDAH:
Umum:
- GCS < 8 dengan pupil anisokor
EDH:
- Volume > 30 cc
- Thickness > 15 mm dengan midline shift > 5 mm
SDH:
- Thickness > 10 mm atau Midline shift > 5 mm
- Thickness < 10 mm tapi GCS < 9
- Midline shift < 5 mm tapi GCS turun 2 poin, lateralisasi (+), pupil dilatasi, TIK > 20
ICH:
- Volume > 50 cc
- Perburukan klinis akibat lesi, PTIK
- GCS 6-8, volume contusio frontal atau temporal > 20 cc, midline shift > 5 mm
- Fracture impresi lebih dari 1 tabula (1 tabula bukan berarti hanya tabula externa atau tabula interna, melainkan ketebalan penuh tulang tengkorak di lokasi tersebut yang digunakan sebagai patokan kedalaman impresi)
- Debridement dilakukan jika adanya fraktur terbuka dengan adanya pnumoensefalus dan perforasi duramater