PNPK 2019 - CAD
DEFINISI
ACS merupakan bagian dari spektrum penyakit jantung koroner
yang dicirikan oleh berkurangnya secara mendadak aliran darah ke
otot jantung (miokard) yang dikarenakan oleh gangguan di
pembuluh darah koroner.
DIAGNOSIS
TATALAKSANA
Tatalaksana ACS umum:
- O2 jika SpO2 < 95% atau yang mengalami distres respirasi (Suplemen oksigen dapat diberikan pada semua pasien ACS dalam
6 jam pertama, tanpa mempertimbangkan saturasi O2 arteri[?])
- Aspirin 160-320 mg
- STEMI pro fibrinolitik --> CPG 300 mg selanjutnya 1x75 mg.
- STEMI pro PCI --> Ticagrelor 180 mg selanjutnya 2 x 90 mg
- ISDN 5 mg SL, dapat diulang max 3x jarak 5 menit atau Drip NTG 5-100 mcg/menit, up titrasi per 5-10 menit. (KI: Hipotensi, Bradikardi, infark RV, sidenafil dalam 24 jam)
- IV Morfin 1-5 mg per 10-30 menit jika nyeri tidak reda dengan nitrat
NB:
Fibrinolisis
gagal = resolusi segmen ST kurang dari 50% setelah 60
menit disertai tidak hilangnya nyeri dada
Pilihan regimen trombolitik:
| Regimen | Dosis |
| Alteplase (tPA) | Bolus Heparin 15 mg ? |
| Tenekteplase | Bolus tunggal i.v:
• 30 mg (6000IU) jika BB < 60kg • 35 mg (7000 IU) jika BB 60 sampai < 70 kg • 40 mg (8000 IU) jika BB 70 sampai < 80 kg • 45 mg (9000 IU) jika BB 80 sampai < 90 kg • 50 mg (10000 IU) jika BB 70 sampai ≥ 90 kg Direkomendasikan untuk mengurangi sampai separuh dosis pada usia ≥ 75 tahun |
| Streptokinase (Sk) | 1,5 juta IU dalam 100 mL Heparin i.v. Sebelum Sk |
Indikasi CABG:
- Stenosis >50% pada pembuluh darah utama koroner kiri
- Stenosis >70% pada daerah proksimal LAD dan LCx
- Sumbatan pada 3 cabang pembuluh darah koroner pada
pasien yang asimtomatik atau pada mereka dengan
keluhan angina yang ringan atau stabil
- Pasien dengan fungsi ventrikel kiri yang buruk dengan
sumbatan pada 3 cabang pembuluh darah koroner dan
stenosis di daerah proksimal LAD
- Pasien APS dan sumbatan
di 1 atau 2 pembuluh darah koroner dengan daerah
miocardium viabel yang luas pada area yang berisiko
tinggi
- Stenosis >70% pada daerah proksimal LAD dengan FE <50% atau tanda-tanda iskemik yang jelas pada
evaluasi non-invasif
- Gejala angina yang berat
- Iskemia yang progresif pada kasus non-STEMI yang tidak
responsif terhadap terapi medikamentosa
- Fungsi ventrikel kiri yang buruk namun dengan kondisi
miokardium yang masih viable pada daerah defek anatomi
yang dapat direvaskularisasi.
Referensi: PNPK 2019 - CAD


